Kamis, 11 Maret 2010

Dia yg Saya Kagumi

       Hari ini…saya ingin bercerita suatu kisah…
       Seorang gadis 15 tahun yg ditinggal oleh ibu tercintanya saat 5 tahun untuk selamanya. Umur dimana dia belum mengerti apa arti hidupnya. Belum mengerti besar kasih sayang ibunya. Umur dimana konsentrasi masih untuk kesenangan pribadi dan egonya. Terpaksa menjalani hidup dengan sisa – sisa kenangan orang yg melahirkan’nya.


       Saya kagum. Dia dapat menggantikan peranan ibu rumah tangga dengan mandiri. Membuat kemandirian saya di rumah tak ada artinya. Dia masih ceria walau kadang harus mencurahkan isi hatinya kepada kekasihnya atau teman’nya agar beban pikiran berkurang. Kebencian masih menumpuk di hatinya. Itu semua dikuburnya dengan sangat dalam sampai kebencian tersebut musnah dimakan waktu.
       Lain dengan perempuan – perempuan yg saya kenal. Dia tidak mementingkan uang dalam hidupnya, gaya, model, trendi, itu semua adalah hal – hal tidak penting dan tida berpengaruh dalam hidup. Baru pertama kali ini saya menemukan perempuan yg hampir sama hebatnya dengan ibu saya. Karena saya sendiri sudah terlalu sering mengenal perempuan – perempuan “penghambur uang” yg sistem kreativitasnya hanya bekerja saat “shoping”.

       Saya sangat bersyukur dapat mengenal gadis ini. Setiap saya membayangkan menjadi dirinya, mmmmm..memang tidak gampang menjalani hidupnya. Terkadang dia patah semangat, moodnya hancur dengan berbagai dilema, tapi dengan cepat ia bisa sadar dan menerima kenyataan’nya. Karena jalan hidupnya masih sangat panjang.
       Hidup orang beda – beda. Saya hanya bisa memberi saran bila dia mulai bimbang. Selanjutnya, dia sendirilah yg memutuskan apa selanjutnya.

       Tapi sekarang, syukurlah gadis ini sudah bertambah dewasa. Pikiran'nya sudah jauh kedepan apa langkah selanjutnya. Berniat untuk mendapatkan hidup yg lebih baik, tapi bukan dalam segi material. Berharap mendapatkan cinta yg setia, tapi bukan dalam paksaan. Harapan’nya tentang hidup masih banyak. Yg mungkin dia sendiri belum ungkap’kan pada siapa – siapa.

       Di dunia ini, banyak laki - laki yg menginginkan'nya, tapi dia hanya memilih satu dan luar biasa setia. Dia tidak mengenal hal laknat bernama “selingkuh”. Dia tetap komitmen. Masa lalu kisah asmaranya yg buruk membuat dia semakin membangun komitmennya dengan kokoh. Berharap tidak terulang lagi. Dia memang sungguh anak gadis yg membuat penulis ini terharu. Semoga hidupnya menjadi lebih baik. Kamu, GADIS HEBAT….saya kagum…

Tidak ada komentar: