Cerita sebelumnya: ...,'Ayo kita berangkat, Dir!' Tono siap dengan sepedanya.
Bersama mereka mengebut ke arah markas. Keringat sudah membasahi baju mereka. Wajah mereka letih. Mulut masih terbuka untuk menyerap lebih banyak oksigen.
Setiba di markas....
Ahhhhh...lega rasanya habis minum obat. Memang obatnya agak sadis pahitnya, tapi lebih mending daripada operasi. Tubuh ini seperti tidak mau diajak kompromi lagi. Jalanku sudah bungkuk. Dibantu tongkat pula. Ohh..sungguh beda dengan jaman aku muda dulu.