Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Mei 2010

Renungan Veteran 2

Cerita sebelumnya: ...,'Ayo kita berangkat, Dir!' Tono siap dengan sepedanya.

Bersama mereka mengebut ke arah markas. Keringat sudah membasahi baju mereka. Wajah mereka letih. Mulut masih terbuka untuk menyerap lebih banyak oksigen. 

Setiba di markas....



Ahhhhh...lega rasanya habis minum obat. Memang obatnya agak sadis pahitnya, tapi lebih mending daripada operasi. Tubuh ini seperti tidak mau diajak kompromi lagi. Jalanku sudah bungkuk. Dibantu tongkat pula. Ohh..sungguh beda dengan jaman aku muda dulu.

Sabtu, 22 Mei 2010

Renungan Veteran

Di usiaku yang sudah senja ini, memang sepantasnya aku merenungkan masa laluku, dan mengisahkan'nya kepada anak cucuku. Kisah kepahlawanan yang mungkin dapat memperkuat rasa nasionalisme mereka. Kisah action yang biasanya sangat disuka anak laki - laki. Mereka akan melongo, 'WOWOWOW' atau 'KUUUL'.

Dasar anak jaman sekarang...

Minggu, 02 Mei 2010

Hantu yang Terganggu

       Di suatu malam. Dinihari tepatnya. Berjalan seorang remaja yang sedang kebagian tugas ronda. Ia berjalan santai dengan sarungnya diselempangkan di pundaknya dan topi hangat di kepalanya. Di saat ia mengawasi lingkungan sekitar,  matanya mengarah ke balkon sebuah rumah tak berpenghuni. Jantungnya seakan mau meledak ketika yang dilihatnya ternyata 'putih - putih - berambut - panjang' sedang berdiri tegap dengan wajah mengarah ke bawah.  Dia spontan lari tungang - langgang sambil teriak, 'WAAAAA!!'

Senin, 26 April 2010

KUALAT

       Malam yg berbulan. Tigor mengantar ibunya pulang dari Supermarket. Ia bonceng ibunya yg berkerudung lumayan panjang itu dengan hati - hati dan lembut. Sengaja ibunya berkudung panjang untuk menahan dingin'nya malam.
       Tigor mengatur kadar emosi gas supaya jalan'nya mesin motor tidak kasar. Akhirnya ia sampai di tikungan perumahan. Terlihat anak - anak muda sok gaul membawa motor dengan ngawurnya. Tak disangka salah satu dari mereka yg berkendara supra hitam berteriak menyindir, 'YA ALLOOOH..!!' Sambil matanya tertuju pada kerudung Ibu Tigor.

Rabu, 07 April 2010

Ujung

       UN sudah kelar, aku bisa santai sejenak. Di tengah masa santai ini, aku sibuk mencari sekolah lanjutan. Karirku sebagai "Anak Es Em Pe Suka Ngutang di Wartel" akan segera berakhir. Udah mulai kepikiran pekerjaan nih.
       Kerja apa yg cocok? Pembalap?Ga mungkin, kemarin - kemarin hampir nabrak anjing. Presiden? Apalagi..Tinggi badan bakal kalah jauh dengan Presiden dari Zimbabwe. Guru? Jangan ah. Presentasi aja gagap. Apalagi menerangkan pelajaran. Anak Indonesia bisa bodoh karena tiap hari gambar Naruto di papan tulis. Terus ngapain dong? Aku ga mau jadi pawang monyet. Ah..Liat aja nanti.

       Di kelas ada ujian praktek menyanyi. Gugup. Aku ga bisa nyanyi.

Kamis, 11 Maret 2010

Dia yg Saya Kagumi

       Hari ini…saya ingin bercerita suatu kisah…
       Seorang gadis 15 tahun yg ditinggal oleh ibu tercintanya saat 5 tahun untuk selamanya. Umur dimana dia belum mengerti apa arti hidupnya. Belum mengerti besar kasih sayang ibunya. Umur dimana konsentrasi masih untuk kesenangan pribadi dan egonya. Terpaksa menjalani hidup dengan sisa – sisa kenangan orang yg melahirkan’nya.

Sabtu, 06 Februari 2010

Hujan Yg Tajam Itu

        Pikiran manusia memang susah ditentukan apa kehendak sebenarnya. Tapi jujur, saya’sih lebih suka tengah – tengahnya, hujan tidak terlalu sering, cerah tidak terlalu panas (mungkin kalian juga sama).

       Nah, kalo sudah kayak gini, hujan terus menerus yg kadang airnya tajem – tajem itu, aktivitas jadi benar – benar terhambat. Koneksi biasanya jadi lemes ketika hujan disertai awan yg batuk – batuk. Kenapa ya? Apa hubungan’nya air dengan koneksi? Apa koneksi kita tidak dapat berenang menembus banjir seperti buaya?. Ah, tapi hanya karena cuaca buruk, kita tetap tidak bisa protes dengan pemilik modem seperti yg dilakukan oleh teman saya; “nyet, koneksimu payah..beli baru sana!”. Sendainya dia hapal cara dan metode “tari penangkal hujan”, sudah saya sepak dia keluar untuk nari – nari sambil nangis supaya hujan’nya berhenti demi kelancaran koneksi.