Senin, 08 Februari 2010

Biografi Sang Simbol

       Wiro Sableng lahir di Lumajang, Caliherniya (baca: kali hernia). Sebuah provinsi di selatan segitiga Bermuda yg kawasan’nya dapat dikatakan sangat – sangatlah terpencil. Di saat kelahiran’nya pada 30 November 1094, para dokter jaman itu dibuat terheran – heran dengan angka misterius bertulisan “14045” yg terpampang secara permanen di dadanya. Sampai sekarang angka tersebut masih merupakan misteri, namun tetap dianggap hal sepele dan angin lalu oleh para sejarawan terkemuka, mereka menganggap itu hanya kelainan biasa. Menginjak umurnya yg ke 19, Wiro Sableng menjadi terkenal di seantero dunia para jin dan makhluk halus terdahulu karena kepiawaian’nya mengolah kue bolu dan coklat beng – beng sebagai sesajen. Namun hubungan dengan para Jin dan makhluk halus itu di putus oleh Wiro Sableng karena ia anggap itu musyrik dan dia lebih memilih bekerja di jalan Tuhannya. (hihihihiy)


        Di kampung halaman’nya, Segitiga Bermuda, ia banyak menganggu alat – alat transportasi yg mondar – mandir di atas areal teritorialnya. Salah satu caranya yaitu merubah diri menjadi “cumi – cumi raksasa pemakan bulu ketek”. Karena tidak ada korban selamat, media massa sering menganggap ini sebagai “alien abduction” atau penculikan alien. Tapi Wiro Sableng tidak peduli dengan media massa tersebut dan tetap menjaga teritorialnya dari susupan makhluk berbulu ketek (contoh: manusia) sehingga sampai sekarang, kawasan Segitiga Bermuda telah menjadi kawasan yg terkenal akan keangkeran’nya.



        Pada tahun 1939 – 1945, Wiro Sableng terlibat dalam Perang Dunia II dan memihak Nazi karena kekaguman’nya pada kumis Adolf Hitler. 1 tahun bekerja sebagai tukang pel barak, pada 1941 ia dikirim ke front Afrika Timur dibawah pimpinan Irwin Rommel. Ditugasi sebagai umpan untuk memancing musuh keluar dari markasnya, Wiro Sableng sudah biasa berlari – lari ditemani peluru – peluru artileri musuh. Dapat berlari zig – zag sambil mangap, Wiro Sableng selalu sukses menunaikan misinya dengan baik. Namun apa daya, Wiro Sableng sedang sakit diare berkepanjangan saat sekutu mulai mengumpulkan kekuatan AS dan Britania Raya di fron tersebut. Alhasil, tanpa pelari terbaiknya, Irwin Rommel harus menelan kekalahan di tangan sekutu.


        Seusai perang, karena ketahuan maling sepatunya Presiden AS John. F. Kennedy saat Jum’atan di Al-muhajirin, Wiro Sableng sempat menjadi buruan MIB (Men In Butt). Sebuah organisasi yg memasang tanda pengenal mereka di pantat dan bertugas menumpas segala – segala yg berbau criminal non - biologis dan asem. Sudah berkali – kali kelompok MIB melakukan pengejaran kategori “high speed” di jalan – jalan, namun selalu gagal karena mereka selalu lupa bahwa Wiro Sableng ternyata bisa terbang. MIB akhirnya mengundurkan diri dan menyatakan sudah tidak sanggup lagi menangani makhluk ini. menurut data sudah 21 hilang dan 8 tewas. 2 tewas karena terlindas upil Wiro Sableng, sisanya tewas karena tersiram air keras yg berasal dari air kencing Wiro Sableng.


        Tahun 60’an, di umurnya yg 866 tahun, Wiro Sableng memulai hidup yg tenang dan indah di London. Konon menara jam Big Band adalah bekas apartemen’nya. Setiap pagi, Wiro Sableng rutin jogging keliling London, lalu mengencingi hydrant – hydrant untuk menandai wilayahnya. Gubernur bahkan mengira Wiro Sableng berencana melakukan kudeta karena kebiasaan’nya itu. Namun setelah dipertimbangkan jasa – jasa Wiro Sableng setelah 8 abad, Gubernur hanya bisa mendiamkan dan pasrah dengan hydrant’nya.


        Pada tahun 80’an, Wiro Sableng tidak sengaja tertangkap kamera saat sedang jalan - jalan di Antartika mengenakan jaket wool coklat’nya yg baru. Karena saat itu Wiro Sableng jarang cukur ke kios Maduratna, bulu kepala dan bulu badan’nya tumbuh dengan liar sehingga menyerupai Gorilla yg berjalan tegak. Dan sekali lagi, media massa salah kaprah dan memberi nama makhluk tersebut “Big Foot”. Para manusia bumi’pun tersentak kaget melihat makhluk gorilla berkaki besar ini dapat berjalan menyerupai manusia. Para ahli arkeologi dan biologi sampai mendiskusikan penemuan ini dan mengira “Big Foot” adalah hasil revolusi dan perkawinan silang antara Gorila dan Ronaldinho, sekaligus membuktikan bahwa teori Darwin itu benar.


        Baiklah..sekian penyelidikan kami tentang riwayat makhluk tua bernama Wiro Sableng..kami masih menyelidiki riwayatnya secara lebih mendalam..nanti ketika kami mendapatkan sumber lebih, kami akan terbitkan sesegera mungkin (kalo sempet!).


*note: Urutan tahun tidak berurutan, sewaktu – waktu ada riwayat tambahan di tahun – tahun sebelumnya dan sesudahnya.

Tidak ada komentar: