Sabtu, 12 Juni 2010

Bermain ke Pulau Jawa - Chapters 6: Cinta dan SMS

Kembali lagi ke bis. Bis ber AC yang nyatanya hanya bisa bikin hidungku meleleh. Cairan mirip sperma keluar dari lubang hidung. Kata orang sih, itu ingus. Kembali ke bis, kembali lagi aku jauh dengannya. Bisnya sudah ada di depan, sedang bisku tertinggal di belakang. Lelet.


Duduk aku memandang lesu keluar jendela. Seandainya diberi waktu lebih lama lagi di ayunan itu, aku akan lebih lama mendengar ceritanya. Tapi ya sudah lah. Bukan masalah. Obrolan masih bisa berjalan di sms. Saling memuji satu - sama lain, betapa asyiknya pertemuan tadi. Walau ada godzilla nangkring di sebelahnya. Indahnya...memang, orang yang lagi jatuh cinta itu, akan melakukan apa saja demi melihat paras cintanya itu.

Itulah yang aku lakukan. Pulsa bukan hal penting lagi...
Lewat sms, obrolan tak pernah habis. Topik demi topik berdatangan untuk dibicarakan. Satu topik habis, aku atau dia datang lagi menyajikan topik. Itu semua dilakukan hanya supaya kontak tidak terputus. Aku dan dia tidak merasa terganggu dengan getaran hape. Malah itu lah yang sangat aku nanti - nantikan: SMS nya. Ya. Hanya sms yang berisi ketikan nya yang khas. Sepele sekali mungkin. Tapi sekali lagi, cinta membuat hal sepele itu menjadi indah.

'Derrrrrd..,' hapeku bergetar. Balasannya datang. 'Dia udah enggak sms lagi kok...hehehe..makasih, yaa...'  Itulah balasan nya ketika aku mengirim sms, 'Si Panji sms kamu lagi?'

Seperti yang aku ceritakan di chapter sebelumnya, Panji adalah cowo yang ngerengek minta ditemenin jalan. Dia minta Ratna nemenin dia jalan (Ya! Dia emang buaya cap impoten!). Entah apa maksudnya kok minta ditemenin jalan. Apa dia sudah tidak punya kaki? Apa dia jalan nya ngesot? Sehingga perlu di tuntun agar terhindar dari ceburan got? Dasar kepala kelereng. (Kalo yang baca tulisan ini Panji beneran, sori men..kebawa emosi..hehe)

Tapi berkat aksiku, dia tidak sms lagi. Selesai sudah satu masalah...

Berjam - jam kami berkirim cerita lewat sms. Entah kenapa, untuk dia, jemari ini dengan kilat memencet tuts di hape. Entah kenapa, jempol ini tidak bengkak. Entah kenapa, mata ini tak kunjung lelah menatap monitor hape. Dan entah kenapa, aku nggak kebelet pipis. Tumben aja gitu.

Sampai akhirnya malam tiba. Mungkin sudah jam sepuluh malam. Sms kami tutup dengan penuh perhatian...

'Udah malem...kamu tidur dulu sana...,'  sms pun terkirim ke 'Ratna'.

'iya ya..aku tidur dulu, ya..kamu juga tiduur..' 

'iya. Yang nyenyak, ya..cari posisi nyaman..semoga mimpi indah..Good Night.' 

'Kamu juga..Good Night.' 

Sms pun berakhir untuk hari ini. Di seberang sana, dia pasti sedang berusaha untuk tidur. Begitu juga aku. Dengan sedikit menselonjorkan kaki, aku senderkan punggungku di pojok kursi dan jendela. Sambil melamun, aku berusaha untuk tidur.

****

11 komentar:

TRIMATRA mengatakan...

ngintip dulu ceritanya..., nanti baca lagih . dah keburu siang nih mau kerjaaaaa

arfi mengatakan...

wah.. salam kenal dari surabaya.. numpang baca baca ya....

Nyayu Amibae mengatakan...

Kunjungan pagi...

>> Cerita yang bagus untuk penghantar pagi, trims ya Dik... ^_^

Batzsurya mengatakan...

salam kenal... ngintip dari rekomen mbak fanny sang cerpenis..haha

Hartinah mengatakan...

menyenangkan baca postingannya, rekomendasi dari mbak fanny jg :p

salam kenal :D

catatan kecilku mengatakan...

Mampir lagi... Ijin baca ya..?
Maaf baru mampir.

rosanakmami mengatakan...

wah abis dari blog mbak fanny main ke sini..
ini cerpen ya?
sip, lanjutkan! ^^

selamat hari rabu, wira
semoga hari ini menyenangkan :D
salam kenal

kebookyut mengatakan...

hehei.. salam kenal.. dari bali juga ya... wah... mau beli bazarku ?? (nembak langsung, nggak pake babibu),, hehe.. maap ga sopran..

Sukadi mengatakan...

karyanya bagus, ditunggu karya2 berikutnya...

deadyrizky mengatakan...

hmmm
bolehlah ya ceritanya
ayo diupdate teruss!!
ehehehe

Unknown mengatakan...

malam...blogmu udah direvie ya. cek di http://just-fatamorgana.blogspot.com/2010/07/wira-sanubari-blogger-dari-bali.html