Sabtu, 31 Juli 2010

Ngeblog Sambil Khotbah

Pernah kalian sebelum tidur selalu mengenang sesuatu? Seperti: 'Ohh..jadi inget saat itu..pas itu kami hampir kecebur comberan..'

Rasanya enak kalo inget - inget kenangan indah. Selalu membayangkan dapat kembali ke kenangan tersebut, padahal mustahil. Tapi kenangan biasanya tetap membekas dengan baik selama kita masih menganggap itu berkesan.


Aku sendiri merasakan kayak apa rasanya kenangan yang berkesan. Sebelum tidur, pikiranku berenang - renang di dalam memori. Dibuka satu per satu, lalu biasanya, 'Eh..pas itu kami kan lagi duduk..gilaaaaa! kapan bisa kayak gini lagi.'

Yah, intinya selalu berpikir 'kapan bisa kayak gini lagi'.

Cara kerjanya juga aneh.

Saat aku melakukan sesuatu yang konyol, aneh, goblok, rasanya ilfil. Semua juga ilfil. Tapi ketika waktu mengubahnya menjadi kenangan, kelakuanku malah jadi ingatan yang bisa buat aku senyam - senyum sendiri. Mungkin kalo ada orang liat, mereka bakal pikir kalo aku ini 'orang gila pura - pura normal'. Eh? Atau sebaliknya?

Seperti kata guru sejarah: 'Bangsa yang baik tidak pernah melupakan sejarahnya sendiri.'

Yah pokoknya kira - kira begitu kalimatnya...

Mungkin sama seperti kita. Orang yang baik tidak pernah melupakan masa lalu. Kita cenderung tidak akan melakukan lagi kenangan buruk karena inget - ingetnya aja udah ngilu, apalagi dilakukan sekali lagi. Kita pun cenderung mencari celah kesempatan untuk mengulang kembali kenangan yang indah

Hai hai..dan aku sempat dapet quote dari komik Vagabond. Begini:

Jangan hidup dengan masa lalu, dan jangan pula mengharapkan masa depan. Tetaplah hidup di masa sekarang.

Gimana? Betul ga tuh?

Menurutku ya, itu salah.

'Jangan hidup dengan masa lalu.' Ini maksudnya kita hidup tidak usah menghiraukan masa lalu kita? Ah tidak semestinya sih. Gimana kalo semisal, 'eh..kemarin aku banyak nginjek kotoran manusia di jalan ini. Ah! Itu kan cuma masa lalu. Ga usah dihiraukan!'

Lalu tiba - tiba, 'JRET!'

'Siaalaaan! Aku nginjek lagi!'

Kira - kira seperti itu bayangannya kalo kita tidak menghiraukan masa lalu dan tetap menjalani hidup yang sekarang dengan cuek.

'Dan jangan pula mengharapkan masa depan.' Ini apalagi. Harapan untuk masa depan yang baik harus selalu tinggi. Biasanya yang begini bisa dipakai untuk motivasi. Banyak contoh buruk untuk orang yang tidak mengharapkan masa depan. Seperti: pemabuk, preman, pelacur. Mereka tidak punya harapan masa depan, dan hidup sebagai dirinya pada masa sekarang. Aku juga bisa jadi contoh. Aku ini pelajar, dan belum pernah merasakan rokok dan minuman keras. Karena apa? Karena kalau sampe aku minum atau ngerokok, aku bisa ga lulus jadi mantu. Hehehe. Serius. Kalo aku sampe minum, masa depanku bisa rusak. Bisa - bisa aku jadi bergaul dengan preman, trus tiap hari diajak bolos, idiiih. Tuh kan? Kita harus selalu ingat masa depan kita, tujuan hidup, rencana hidup. Supaya ketika kita ingat apa masa depan yang kita inginkan, kita akan berusaha menjauh dari hal - hal yang merusak masa depan.

Untuk 'tetaplah hidup di masa sekarang', ini ada benarnya. Namun dengan catatan, kita sudah mengintrospeksi diri sendiri. Yang dulu pernah jadi rocker jorok, sekarang jadi ustadz. Jangan balik jadi rocker jorok lagi! Yang dulu suka jual vcd porno, sekarang jadi bisnis kaligrafi. Jangan jadi juragan bokep lagi kayak dulu! Dan masih banyak lah..cari sendiri.

Sekian khotbah saya. Bodoh? Emang. Wong baru aja masuk SMA..WAHAHAHA!!

1 komentar:

rosanakmami mengatakan...

wahahaha
begitulah
masa lalu itu lihatnya kayak spion aja, sesekali aja
nanti kalo keseringan lihat spion ya nabrak dooong, heheu
cuma perlu juga khan lihat spion ;)

selamat hari Jumat, wira
semoga hari ini menyenangkan :D

HAPPY WEEKEND!